RUZKA INDONESIA — Sebanyak 325 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) asal Kabupaten Majalengka mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) yang dikemas dalam kegiatan Pembekalan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) oleh Sentra Layanan UT (SALUT) Majalengka, Jawa Barat (Jabar).
Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk memasuki sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas UT.
Kepala SALUT Majalengka, Dr. H. Joko Setiyono, M.Kom, mengatakan OSMB tidak sekadar seremoni penerimaan mahasiswa baru, melainkan fase krusial dalam membangun kesiapan belajar mandiri. Menurut dia, pembelajaran jarak jauh menuntut strategi dan kedisiplinan yang berbeda dibandingkan sistem tatap muka konvensional.
โMahasiswa baru perlu memahami sejak awal bahwa belajar di UT bukan hanya soal membaca modul. Ada teknik dan pola belajar tertentu agar mereka mampu mengikuti perkuliahan sampai selesai,โ kata Joko, Sabtu (21/02/2026).
Seluruh peserta OSMB merupakan mahasiswa asal Majalengka. Keterlibatan ratusan mahasiswa dari satu daerah ini, menurut Joko, menunjukkan masih besarnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur pendidikan jarak jauh.
Dalam pelaksanaannya, SALUT Majalengka menghadirkan narasumber internal dari Universitas Terbuka Bandung.
Materi pembekalan difokuskan pada pengenalan sistem pembelajaran daring, pengelolaan administrasi akademik, serta penggunaan Learning Management System (LMS) yang menjadi tulang punggung aktivitas perkuliahan UT.
UT menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis e-learning yang dipadukan dengan bahan ajar cetak berupa modul. Seluruh proses administrasi akademik, mulai dari aktivitas belajar hingga pelaporan, terintegrasi dalam sistem digital.
Pola ini memberikan fleksibilitas, namun sekaligus menuntut kemandirian dan tanggung jawab tinggi dari mahasiswa.
Menurut Joko, OSMB melalui PKBJJ merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester, khususnya bagi mahasiswa baru.
Pembekalan ini dinilai penting untuk meminimalkan kesenjangan adaptasi mahasiswa terhadap sistem belajar jarak jauh yang sering menjadi tantangan di awal perkuliahan.
Sejak mulai membuka layanan pada 2017, SALUT Majalengka telah melayani pendaftaran mahasiswa UT hingga 18 periode. Keberlanjutan tersebut, kata Joko, mencerminkan peran SALUT sebagai penghubung antara UT dan masyarakat di daerah.
Ia berharap kehadiran UT di Majalengka dapat terus memperluas akses pendidikan tinggi.
โUT adalah perguruan tinggi negeri dengan biaya terjangkau dan sistem belajar yang fleksibel. Ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan jenjang pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas utama,โ pungkas Joko. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar