RUZKA INDONESIA — SMAN 1 Cikijing, Kabupaten Majalengka, menorehkan catatan unik dengan memainkan serentak 1.000 kolecerโbaling-baling tradisional berbahan bambu serta menanam 1.000 bibit pohon di lahan milik sekolah, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program Gapura Panca Waluya yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, sekaligus upaya konkret sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa.
Program ini digagas Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing, H. Baya, bersama pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa pendidikan ideal tidak cukup diukur dari capaian akademik semata.
โPendidikan bukan hanya soal angka di rapor. Sekolah harus menjadi ruang hidup, tempat nilai kemandirian, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dibentuk melalui pengalaman nyata,โ kata H. Baya.
Kepala SMAN 1 Cikijing, Lilis Ida Rusidah, S.Pd., M.Pd., menyebut pemilihan kolecer memiliki makna filosofis yang kuat. Kolecer dinilai merepresentasikan identitas Majalengka sebagai daerah yang dikenal sebagai kota angin.
โKolecer itu tiangnya menancap kokoh, sementara baling-balingnya berputar mengikuti arah angin. Filosofinya, siswa harus punya dasar nilai yang kuat, adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berpegang pada budaya dan jati diri,โ ujar Lilis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, unsur Forkopimcam Cikijing, serta Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Dewi Nurhulaela, M.Pd.
Usai memainkan kolecer, Wakil Bupati Majalengka bersama rombongan melakukan penanaman simbolis 1.000 pohon yang terdiri dari tanaman katuk dan bibit anggur.
Selain itu, SMAN 1 Cikijing juga memiliki laboratorium terbuka berupa kebun pengembangan anggur. Berbagai varietas dikembangkan di lingkungan sekolah, di antaranya Queen Rogue, Jupiter, Goz-V, Basanti, Tamaki, Dixon, Heliodor, Cerny Cristal, hingga Trans.
Perwakilan 2R Garden, Bojan Graph, menjelaskan bahwa bibit anggur tersebut berasal dari komunitas anggur Majalengka dan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi siswa.
โDi sini siswa tidak hanya belajar pembibitan anggur, tetapi juga belajar mengolah sampah organik menjadi cair dan kompos. Jadi ada pendidikan lingkungan yang berjalan bersamaan,โ ujar Bojan.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Cikijing tidak hanya mencetak rekor, tetapi juga memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar