Nasional
Beranda » Berita » Senator Ungkap Dampak Besar Program Satu TK Tiap Desa

Senator Ungkap Dampak Besar Program Satu TK Tiap Desa

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengingatkan bahwa besarnya potensi dampak program Satu TK Tiap Desa ini harus diiringi dengan desain kebijakan yang matang agar tidak berhenti pada pencapaian target jumlah semata. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengingatkan bahwa besarnya potensi dampak program Satu TK Tiap Desa ini harus diiringi dengan desain kebijakan yang matang agar tidak berhenti pada pencapaian target jumlah semata. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA – Apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan membangun minimal satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap desa di Indonesia disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. Menurutnya, kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan nasional sekaligus mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.

Menurut Fahira Idris, perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini menandai pergeseran penting dalam arah pembangunan pendidikan Indonesia. Negara, lanjutnya, mulai menempatkan PAUD sebagai fondasi utama pembentukan sumber daya manusia, bukan sekadar pelengkap jenjang pendidikan dasar.

“Program Satu TK Tiap Desa adalah kebijakan yang sangat visioner. Ini menunjukkan keberanian negara untuk membangun kualitas pendidikan dari hulu, dari fase paling awal kehidupan anak,” ujar Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/02/2026).

Pemerhati pendidikan ini menilai, kebijakan tersebut semakin kuat karena diiringi perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) yang pada 2026 mulai menyasar murid TK. Menurutnya, kombinasi pembangunan infrastruktur TK di desa dan dukungan biaya pendidikan bagi anak dari keluarga miskin menjadikan kebijakan ini tidak hanya soal ketersediaan sekolah, tetapi juga soal keadilan akses.

Ia menegaskan, dampak program ini sangat besar bagi transformasi pendidikan nasional. Pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial yang menentukan kesiapan belajar, kemampuan literasi dan numerasi dasar, perkembangan sosial-emosional, serta pembentukan karakter anak.

Direnovasi, Polres Depok Tempati Kantor Sementara di Zamzam Towers, Gelar Tasyakuran dan Doa

Dengan memastikan setiap anak mendapatkan akses PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD, Indonesia sedang menyiapkan fondasi kuat bagi kualitas pembelajaran di jenjang berikutnya.

Dari perspektif pembangunan sumber daya manusia, aktivis perempuan ini menilai Program Satu TK Tiap Desa sebagai investasi jangka panjang yang sangat strategis. PAUD yang merata dan berkualitas akan memperkecil kesenjangan capaian belajar sejak awal, terutama bagi anak-anak di desa, wilayah 3T, dan keluarga miskin.

Dalam konteks bonus demografi, kebijakan ini menjadi penentu apakah Indonesia mampu memetik manfaat atau justru menanggung beban di masa depan.

Selain itu, program ini juga berdampak besar terhadap pemerataan pendidikan antarwilayah. Selama ini, akses PAUD jauh lebih baik di perkotaan dibandingkan perdesaan.

Kehadiran minimal satu TK di setiap desa, menurut Fahira Idris, merupakan wujud nyata kehadiran negara hingga ke level komunitas terkecil.

Polres Garut Gelar Pelatihan Penggeledahan Barang dan Badan di Lapas Kelas IIA Garut

“Anak Indonesia tidak boleh dibatasi masa depannya hanya karena tempat ia dilahirkan. Program ini adalah pesan kuat bahwa kualitas pendidikan harus merata sejak usia dini,” ungkapnya.

Meski demikian, Fahira Idris mengingatkan bahwa besarnya potensi dampak program ini harus diiringi dengan desain kebijakan yang matang agar tidak berhenti pada pencapaian target jumlah semata. Untuk itu, ia menyampaikan lima rekomendasi strategis agar Program Satu TK Tiap Desa benar-benar memberi dampak besar dan berkelanjutan.

Pertama, pembangunan TK harus dibarengi dengan standar kualitas yang jelas dan realistis. Menurutnya, ketersediaan bangunan harus disertai lingkungan belajar yang aman, sehat, ramah anak, serta memiliki sanitasi dan ruang bermain yang memadai.

Kedua, penguatan dan perlindungan guru PAUD harus menjadi prioritas utama. Fahira Idris menekankan bahwa kualitas PAUD sangat ditentukan oleh pendidiknya.

Karena itu, strategi pemenuhan guru PAUD yang terlatih, peningkatan kompetensi berkelanjutan, serta skema insentif yang lebih adil perlu disiapkan secara serius.

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nunur Nurhasdian di Cariu, Komit Soal Kesehatan dan Pendidikan

Ketiga, implementasi PIP untuk murid TK perlu dikawal ketat agar tepat sasaran dan tepat guna. Bantuan ini, menurutnya, sangat penting untuk mendorong partisipasi anak dari keluarga miskin, namun harus diiringi pendataan yang akurat dan sosialisasi masif kepada orang tua.

Keempat, Fahira Idris mendorong agar pendekatan PAUD Holistik-Integratif menjadi roh utama pelaksanaan program. TK di desa tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal, tetapi juga terhubung dengan layanan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor.

Kelima, ia menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan masyarakat desa. Keberhasilan Program Satu TK Tiap Desa sangat bergantung pada rasa memiliki di tingkat lokal, termasuk peran pemerintah desa, kader PAUD, Bunda PAUD, dan organisasi masyarakat.

“Program Satu TK Tiap Desa adalah langkah besar untuk masa depan Indonesia. Tantangannya kini adalah memastikan setiap TK yang dibangun benar-benar menjadi ruang tumbuh yang bermutu, inklusif, dan bermakna bagi anak-anak kita,” pungkas Fahira Idris yang juga aktivis perlindungan anak ini.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah menghadirkan minimal satu Taman Kanak-Kanak (TK) di setiap desa di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi Nasional Kemendikdasmen 2026 pada Senin (09/02/2026) lalu. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom