Sekolah
Beranda » Berita » Petualangan Visual di Ruang Kelas: Menciptakan Pembelajaran yang Tak Terlupakan

Petualangan Visual di Ruang Kelas: Menciptakan Pembelajaran yang Tak Terlupakan

Webinar bertajuk “Petualangan Visual di Ruang Kelas: Menciptakan Pembelajaran yang Tak Terlupakan”. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Transformasi pendidikan di Indonesia semakin nyata seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Ruang kelas yang dulu identik dengan papan tulis, buku teks, dan ceramah satu arah kini berangsur berubah menjadi ruang belajar yang dinamis, interaktif, dan sarat pengalaman visual.

Fenomena inilah yang mengemuka dalam webinar bertajuk “Petualangan Visual di Ruang Kelas: Menciptakan Pembelajaran yang Tak Terlupakan”, yang mengupas bagaimana guru dapat merancang pengalaman belajar berbasis 3D dan Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr Edu.

Webinar yang diikuti oleh ratusan pendidik dari berbagai daerah ini dibuka secara hangat oleh Guru Maryam, seorang pendidik inspiratif dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam sambutannya, Guru Maryam menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dan relevansinya dalam kehidupan nyata.

Ia mengajak para guru untuk berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan menuju pembelajaran yang lebih bermakna.

Cara Mudah Membuat Buku Cerita Interaktif 3D/AR untuk Pembelajaran dengan Gemini dan Assemblr Edu

Acara dilanjutkan dengan paparan keynote speaker oleh Rini, Mentor ACE Assemblr Edu. Dalam presentasinya, Ibu Rini menegaskan bahwa generasi saat ini adalah digital native—generasi yang tumbuh dengan gawai, visual, dan interaksi cepat.

Menurutnya, media pembelajaran tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan bagian inti dari strategi pedagogi modern.

“Siswa belajar lebih efektif ketika mereka dapat melihat, memanipulasi, dan berinteraksi dengan materi. Teknologi 3D dan AR memungkinkan hal itu terjadi di dalam kelas,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/02/2026).

Rini juga menyoroti peran Assemblr Edu sebagai platform yang ramah guru dan mudah digunakan, bahkan bagi pendidik yang belum terbiasa dengan teknologi canggih.

Dengan fitur drag-and-drop, pustaka objek 3D yang kaya, serta integrasi AR, guru dapat merancang pengalaman belajar yang imersif tanpa perlu kemampuan desain atau pemrograman tingkat lanjut.

SMK Ekonomika Depok Go Internasional, MoU dengan EWIC Malaysia

Sesi inti webinar menghadirkan tiga pemateri utama yang berbagi praktik terbaik pemanfaatan Assemblr Edu di kelas.

Pemateri pertama, Guru Supriadi Laruba, membawakan topik tentang Kuis Interaktif menggunakan Assemblr Edu.

Ia menunjukkan bagaimana kuis berbasis 3D dan AR dapat meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan. Alih-alih menjawab soal di kertas, siswa diajak berinteraksi dengan objek visual, memindahkan elemen, atau memindai marker AR untuk membuka tantangan baru.

Menurutnya, model ini tidak hanya membuat belajar lebih menyenangkan, tetapi juga melatih berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Guru Supriadi mencontohkan penggunaan kuis interaktif dalam mata pelajaran IPS dan Seni, di mana siswa harus mengidentifikasi jenis alat musik dan asal pakaian adat daerah melalui model 3D.

Materi Susah Jadi Gampang: Cara Ajaib Bikin Murid Semangat Belajar Pakai Teknologi AR Assemblr Edu

Pemateri kedua, Guru Epong Utami, membahas topik yang tak kalah menarik, yaitu Buku Cerita Interaktif berbasis 3D/AR menggunakan Assemblr Edu.

Dia menjelaskan bahwa cerita bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga medium pedagogis yang kuat. Dengan menggabungkan narasi, visual 3D, dan pengalaman AR, buku cerita dapat menjadi alat pembelajaran lintas mata pelajaran—dari bahasa, sains, hingga pendidikan karakter.

Dalam sesi ini, Guru Epong memaparkan langkah-langkah praktis membuat buku cerita interaktif: mulai dari menentukan tema, menyusun alur cerita, memilih objek 3D yang relevan, hingga menambahkan elemen AR agar siswa dapat “masuk” ke dalam dunia cerita.

Dia menekankan bahwa pendekatan ini sangat efektif untuk meningkatkan literasi visual dan imajinasi siswa.

Salah satu contoh yang dibagikan adalah buku cerita tentang Sel dan Organel Sel, di mana siswa dapat memindai halaman buku untuk melihat sel dan Organel Sel seperti mitokondria, ribosom, vakuola dan lainnya muncul dalam bentuk 3D. Pengalaman ini, menurut Guru Epong, membuat pembelajaran lebih kontekstual, emosional, dan berkesan.

Pemateri terakhir, Guru Bahja, mengupas tuntas tentang pembuatan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Interaktif berbasis Assemblr Edu.

Ia menjelaskan bahwa LKPD tidak harus selalu berbentuk lembaran soal statis. Dengan memanfaatkan 3D dan AR, LKPD dapat dirancang sebagai rangkaian aktivitas eksploratif yang menantang dan menarik.

Guru Bahja menunjukkan contoh LKPD interaktif di mana siswa harus menyelesaikan misi tertentu, seperti rumah adat nusantara.

Setiap langkah dalam LKPD dirancang untuk mendorong siswa berpikir analitis, bekerja sama, dan merefleksikan proses belajar mereka.

Ia juga menekankan bahwa LKPD interaktif berbasis teknologi dapat mengakomodasi beragam gaya belajar siswa—visual, kinestetik, maupun auditori—sehingga lebih inklusif dan adil bagi semua peserta didik.

Secara keseluruhan, webinar
“Petualangan Visual di Ruang Kelas: Menciptakan Pembelajaran yang Tak Terlupakan” menjadi ruang inspirasi bagi para pendidik untuk bertransformasi. Dengan memanfaatkan Assemblr Edu, guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi perancang pengalaman belajar yang imersif, kreatif, dan bermakna.

Di era di mana informasi begitu mudah diakses, tantangan pendidikan bukan lagi “apa yang diajarkan”, tetapi “bagaimana mengajarkannya”.

Webinar ini menegaskan bahwa masa depan pembelajaran ada pada kolaborasi antara pedagogi yang kuat dan teknologi yang tepat.

Bagi sekolah dan guru yang ingin menciptakan kelas yang hidup, interaktif, dan berorientasi pada pengalaman, pemanfaatan 3D dan AR melalui Assemblr Edu bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan. Sebab, pembelajaran terbaik adalah pembelajaran yang tidak hanya diingat, tetapi dirasakan sebagai sebuah petualangan. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom