Nasional
Beranda ยป Berita ยป Bencana Berulang di Majalengka, Komisi III DPRD Nilai Penanganan Pemerintah Masih Reaktif

Bencana Berulang di Majalengka, Komisi III DPRD Nilai Penanganan Pemerintah Masih Reaktif

Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H.Iing Misbahudin dari Fraksi PKS. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Rentetan bencana alam yang terus berulang di Kabupaten Majalengka menyingkap lemahnya kebijakan mitigasi bencana pemerintah daerah.

Hal itu mengemuka dalam audiensi Komisi III DPRD Majalengka bersama aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (05/02/2026) .

Dalam pertemuan di Gedung DPRD Majalengka tersebut, banjir, tanah longsor, dan abrasi sungai di wilayah utara dan selatan Majalengka disebut bukan lagi peristiwa insidental, melainkan gejala kegagalan penanganan yang bersifat struktural.

Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahudin, menilai respons pemerintah daerah selama ini cenderung reaktif dan terfragmentasi.

“Setiap bencana ditangani setelah kejadian. Tidak ada kesan kuat bahwa mitigasi dilakukan secara serius dan berkelanjutan,โ€ kata Iing usai audiensi.

Giat Polisi Sahabat Anak, Polres Garut Terima Kunjungan TK Kemala Bhayangkari 15 dan 23

Menurut dia, mitigasi bencana seharusnya menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah, bukan sekadar agenda darurat tahunan.

Ia menyebut, penanganan yang hanya bersifat seremonial justru membuat bencana yang sama terus berulang tanpa penyelesaian mendasar.

Dalam audiensi itu, mahasiswa mempertanyakan kejelasan peta risiko bencana serta konsistensi pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi teknis BPBD.

Di sejumlah wilayah rawan, seperti kawasan terdampak abrasi sungai di Desa Nunuk, solusi yang ditawarkan dinilai berulang dari tahun ke tahun tanpa realisasi fisik yang memadai.

โ€œKalau setiap tahun masalahnya sama, artinya ada kebijakan yang tidak berjalan. Pemerintah harus berani mengevaluasi perencanaan dan penganggarannya,โ€ terang Iing.

Ternyata KPK OTT Segerombolan Hakim PN Depok, Dugaan Suap Kasus Tanah

Ia menegaskan, mitigasi bencana tidak cukup dengan pembangunan tanggul atau tembok penahan tebing (TPT) yang bersifat parsial.

Tanpa perencanaan terpadu lintas dinas, pembangunan fisik berisiko menjadi proyek jangka pendek yang tidak menyentuh akar persoalan tata ruang dan kerusakan lingkungan.

Iing juga menyinggung minimnya alokasi anggaran penanggulangan bencana dibandingkan dengan besarnya risiko yang dihadapi Majalengka.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa isu kebencanaan belum ditempatkan sebagai prioritas kebijakan.

โ€œSelama anggaran mitigasi masih kecil dan tersebar, jangan berharap penanganan bencana bisa tuntas,โ€ ungkapnya.

Jaga Lingkungan Bersih dan Sehat, Polres Garut Gelar Korve Massal

Komisi III DPRD Majalengka mendesak pemerintah daerah agar membuka ruang kolaborasi yang nyata, tidak hanya dengan BPBD, tetapi juga dengan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat terdampak.

Tanpa transparansi dan kerja bersama, penanganan bencana dikhawatirkan hanya akan mengulang pola lama: darurat saat bencana, lalu dilupakan setelahnya.

โ€œKami mendorong penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif, berbasis data risiko, dan diselesaikan secara menyeluruh. Kalau tidak, Majalengka akan terus berada dalam siklus bencana yang sama,โ€ pungkas Iing. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom