RUZKA INDONESIA; JAKARTA — Thailand Masters 2026 berubah menjadi panggung pesta bagi bulu tangkis Indonesia. Bukan cuma satu atau dua gelar, Merah Putih pulang dengan empat trofi sekaligus dan resmi menyandang status juara umum. Hasil ini langsung ramai dibicarakan di Instagram, X (Twitter), hingga kolom komentar YouTube highlight pertandingan.
Final yang digelar Minggu (1/2/2026) nyaris sepenuhnya dikuasai wakil Indonesia. Dari lima sektor, hanya tunggal putri yang tak menempatkan wakil di partai puncak. Selebihnya? Dominasi total. Bahkan dua sektor menghadirkan all Indonesian final.
Gelar pertama datang dari sektor ganda putri lewat duet anyar Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan ini bangkit setelah kalah gim pertama dan menundukkan pasangan China peringkat delapan dunia, Bao Lijing/Li Yijing, dengan skor 15-21, 21-15, 21-18 dalam duel 90 menit yang menguras stamina.
“Alhamdulillah senang sekali bisa juara, apalagi dengan pasangan baru dan bisa bermain baik di sini. Ini jadi modal ke depan,” ujar Tiwi dalam keterangan resmi PBSI yang juga diunggah ulang di Instagram federasi.
Fadia pun tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ini menjadi gelar keduanya di Thailand Masters setelah tahun lalu naik podium bersama Lanny Tria Mayasari.
Tak lama berselang, sektor ganda putra memastikan gelar berikutnya. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana tampil dominan saat menghadapi rekan senegara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Skor 21-10 dan 21-17 menutup laga all Indonesian final dengan tegas.
Di kolom komentar unggahan highlight pertandingan, warganet ramai menulis, “Final rasa pelatnas!” dan “Stok ganda putra kita nggak ada habisnya.”
Drama paling terasa hadir di sektor ganda campuran. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus bertarung tiga gim sebelum akhirnya menundukkan rekan senegara Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti 18-21, 21-19, 21-17. Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi gelar pertama ganda campuran Indonesia sepanjang sejarah Thailand Masters.
Sorotan terakhir tertuju ke tunggal putra. Moh Zaki Ubaidillah memastikan status juara umum setelah menaklukkan pemain tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul lewat laga ketat 21-19, 20-22, 21-19 dalam 78 menit.
Cuplikan reli panjang di gim penentuan beredar luas di TikTok dan Reels Instagram. Banyak warganet menyebut laga ini sebagai salah satu pertandingan terbaik turnamen.
Keberhasilan ini bukan sekadar soal jumlah gelar. Untuk pertama kalinya, Indonesia mampu meraih lebih dari satu gelar di Thailand Masters. Pada edisi 2016, 2017, 2018, 2019, 2023, dan 2025, Indonesia selalu pulang dengan satu gelar saja.
Dominasi di Bangkok ini seolah jadi sinyal bahwa regenerasi atlet berjalan mulus. Kombinasi pasangan baru, pemain muda, dan nama-nama yang sudah matang membuat skuad Indonesia terlihat sangat dalam.
Di media sosial PBSI, unggahan foto para juara dibanjiri komentar bangga dari netizen. “Regenerasi jalan, prestasi aman,” tulis salah satu akun. Yang lain menambahkan, “Ini baru pembuka tahun, semoga konsisten sampai Olimpiade.”
Thailand Masters 2026 akhirnya bukan hanya soal kemenangan, tapi juga pernyataan tegas: bulu tangkis Indonesia sedang berada di momentum terbaiknya.
(PBSI/Instagram)
Editor: Endro Yuwanto


Komentar