RUZKA INDONESIA — Ketua Komisi B DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Hamzah gelar reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Cluster Azalea, RW 06, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Codong, Jumat (30/01/2026).
Reses tak sekadar menjadi forum penyerapan aspirasi, kegiatan ini menjelma sebagai ruang aksi nyata menghadirkan pembangunan, mendorong pemberdayaan perempuan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara warga dan pemerintah.
Sejumlah pembangunan yang telah dirasakan warga turut dipaparkan, mulai dari renovasi Posyandu Azalea Roma yang kini lebih representatif, peningkatan jalan lingkungan di RT 06 dan RT 03, hingga dukungan sarana usaha bagi kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Giat reses dibuka dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas terbangunnya kebersamaan dalam memajukan lingkungan.
“Jabatan publik merupakan amanah yang harus meninggalkan jejak manfaat bagi masyarakat. Ketika amanah itu berakhir, yang ditanya bukan berapa lama menjabat, tetapi apa yang sudah diperbuat,” ujar Hamzah.
Ia memastikan seluruh aspirasi warga telah dihimpun secara administratif dan akan diperjuangkan melalui mekanisme anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Suasana reses semakin hidup ketika perwakilan PEKKA memaparkan perkembangan usaha mereka. Kelompok yang beranggotakan 17 perempuan kepala keluarga itu telah konsisten memproduksi makanan siap santap untuk dijual setiap akhir pekan selama dua tahun terakhir.
Namun, keterbatasan peralatan produksi dan teknologi pengemasan masih menjadi tantangan, terutama agar produk dapat bertahan lebih lama tanpa bahan pengawet.
Menjawab kebutuhan tersebut, Hamzah menyalurkan bantuan modal usaha dari dana pribadi sebesar Rp5 juta untuk pengadaan peralatan produksi. Ia juga mendorong para anggota agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.
“Gunakan bantuan ini untuk berjuang dan berkreativitas. Ketika perempuan berdaya, keluarga dan lingkungan ikut kuat,” terang Hamzah yang menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan fondasi penting bagi ketahanan ekonomi keluarga.
Selain isu pemberdayaan, Hamzah turut menyoroti sejumlah program strategis Pemerintah Kota Depok, mulai dari pengelolaan sampah, penanganan kemacetan, hingga Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang menjadikan Depok sebagai pelopor di Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut, Hamzah juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok atas perhatian serta dukungan terhadap pembangunan di Azalea.
Menurutnya, kemajuan wilayah lahir dari semangat sama-sama membangun Azalea kolaborasi antara warga, pengurus lingkungan, wakil rakyat, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Kegiatan reses berlangsung hangat dan dialogis, mencerminkan kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat. Hamzah menegaskan bahwa reses harus menjadi jembatan perubahan, bukan sekadar agenda formal tahunan.
“Reses ini bukan hanya tentang mendengar aspirasi atau menyalurkan bantuan, tetapi tentang membangun fondasi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya. Dukungan untuk PEKKA, perbaikan fasilitas umum, dan kolaborasi warga harus menjadi awal transformasi jangka panjang Azalea menuju komunitas yang inovatif, sejahtera, dan berkelanjutan,” jelas Hamzah.
Reses, tegas Hamzah, bahwa ketika aspirasi benar-benar ditindaklanjuti, harapan dapat bertransformasi menjadi gerakan bersama memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus membuka jalan bagi masa depan Azalea yang semakin maju, solid, dan harmonis. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar