RUZKA INDONESIA; ACEH UTARA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menargetkan rehabilitasi sekolah pascabencana di Provinsi Aceh rampung paling lambat pada 2026. Upaya ini dilakukan agar seluruh satuan pendidikan terdampak dapat kembali beroperasi normal pada tahun ajaran baru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemulihan sekolah merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak anak atas pendidikan yang aman dan bermutu. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Aceh, sekaligus meresmikan revitalisasi 23 satuan pendidikan yang dipusatkan di SMAN 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026).
“Sekolah yang mengalami kerusakan berat akan dibongkar dan dibangun kembali di lokasi yang sama melalui dana revitalisasi. Yang terpenting, proses pembelajaran tidak boleh berhenti,” kata Abdul Mu’ti.
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra. Khusus Aceh Utara, rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian penuh pada 2026.
Berdasarkan data per 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan terdampak bencana. Total nilai bantuan yang telah diproses melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) mencapai Rp274,18 miliar.
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak serta memantau kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat. Program revitalisasi mencakup perbaikan ruang kelas dan pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet, perpustakaan, dan laboratorium.
Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat dalam pembangunan unit sekolah baru. Pemerintah berharap rehabilitasi sekolah dengan kerusakan ringan dan sedang dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran 2026–2027.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto


Komentar