RUZKA INDONESIA — Majalengka bukan hanya tentang gedung pemerintahan dan rapat kebijakan. Di sebuah rumah sederhana di Desa Gandu, Kecamatan Dawuan, harapan tumbuh lewat cara yang jauh lebih sunyi namun bermakna.
Rabu (28/01/206), Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, Iing Misbahuddin, datang langsung menemui Wardini, seorang warga penyandang disabilitas.
Kedatangannya bukan sekadar silaturahmi. Ia membawa sepasang kaki palsu, yang diharapkan bisa membantu Wardini kembali bergerak lebih leluasa setelah lama hidup dengan keterbatasan.
Penyerahan bantuan ini dilakukan bersama relawan dan Komunitas Penyandang Disabilitas Majalengka. Perwakilan Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Dawuan serta perangkat Desa Gandu turut hadir, menyaksikan momen yang terasa sederhana, tapi sarat makna.
Bagi Wardini, bantuan tersebut bukan hanya soal alat bantu. Selama ini, keterbatasan fisik membuat aktivitas sehari-hari terasa berat bahkan untuk sekadar berpindah tempat. Kini, ada harapan baru untuk menjalani hidup yang lebih mandiri.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa bersilaturahmi sekaligus menyerahkan amanah berupa kaki palsu untuk Pak Wardini,” ucap Iing.
Ia berharap bantuan ini bisa menjadi penyemangat agar Wardini kembali percaya diri menjalani aktivitas, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Menurut Iing, perhatian terhadap penyandang disabilitas tak cukup hanya lewat kebijakan di ruang rapat. Kehadiran langsung di tengah masyarakat, kata dia, menjadi cara untuk benar-benar memahami kebutuhan warga.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD, pemerintah kecamatan, desa, serta komunitas disabilitas. Dengan kerja bersama, kebutuhan warga yang selama ini luput dari perhatian bisa lebih cepat terpetakan dan dibantu.
Sementara itu, keluarga Wardini tak mampu menyembunyikan rasa haru. Bantuan kaki palsu ini dinilai sangat berarti, karena membuka kembali peluang bagi Wardini untuk bergerak dan beraktivitas tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Dari Desa Gandu, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bisa hadir lewat langkah-langkah kecil. Kadang, perubahan besar dimulai dari satu orang yang mau datang, mendengar, dan bertindak membantu sesama untuk kembali melangkah. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar