RUZKA INDONESIA — Gairah industri film horor tanah air kembali memuncak. Memasuki edisi kedua, Festival Film Horor (FFH) Januari 2026 sukses digelar dengan membawa misi besar: menjaga martabat film horor nasional agar tidak sekadar menjadi tren sesaat.
Melalui penghargaan bergengsi Nini Suny Award, film Janur Ireng keluar sebagai primadona dengan menyabet gelar Film Terpilih.
Sebelum puncak penghargaan, FFH membuka ruang dialog melalui diskusi publik bertajuk “Tren Film Horor 2026”. Forum ini menghadirkan lima pakar lintas disiplin, mulai dari birokrat, akademisi, hingga praktisi film.
Para panelis sepakat bahwa industri film horor Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan.
Direktur Film Kementerian Kebudayaan (Kemenhub), Syaifullah Agam, mencatat bahwa meski horor dan komedi sempat menyedot lebih dari 128 juta penonton pada periode 2021-2023, belakangan angka tersebut mulai menunjukkan penurunan.
“Film horor adalah lokomotif perfilman nasional kita. Namun, jika tidak ada terobosan, horor bisa bernasib sama dengan tren film religi yang mulai ditinggalkan penonton. Kreator harus berinovasi agar tidak terjebak dalam rumus yang itu-itu saja,” tegas Syaifullah dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/01/2025).
Senada dengan hal tersebut, aktris senior Nini L. Karim menekankan pentingnya kualitas konten dari kacamata psikologi. Ia lebih suka menyebut genre ini sebagai “Film Mistik”.
Menurut Nini, sebuah karya horor yang baik harus menyentuh tiga aspek fundamental penonton: Kognitif (akal sehat), Afektif (hati), dan Psikomotorik (tindakan).
“Penonton membayar untuk ditakut-takuti, maka film harus menghormati mereka. Buatlah karya yang membekas, yang tetap diingat bahkan 2-3 hari setelah mereka keluar dari bioskop,” terang Nini.
Selain kategori kompetisi, FFH juga memberikan Penghargaan Khusus Dedikasi dan Pengabdian kepada aktor kawakan Eppy Kusnandar. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi tanpa hentinya bagi perkembangan perfilman Indonesia selama puluhan tahun.
Festival bulanan ini menjadi “alarm” bagi para sineas agar perfilman Indonesia tidak kembali ke masa suram seperti era sebelum 2004.
Dengan kemenangan Janur Ireng yang dinilai memiliki kualitas produksi mumpuni, tren horor 2026 diharapkan mampu membawa wajah baru yang lebih segar, logis dan tetap mencekam. (***)
Jurnalis: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar