RUZKA INDONESIA — Masjid Pantai Bali menerima kunjungan I Made Dana Tangkas, tokoh asal Bali yang memiliki jejaring strategis dalam pengembangan kerja sama dan investasi lintas negara, khususnya dengan mitra dari kawasan Timur Tengah.
Kunjungan di awal Januari (04/01/2026) ini menjadi momentum penting dalam membuka peluang kolaborasi internasional yang terintegrasi dengan penguatan infrastruktur maritim dan penggerak ekonomi pesisir Jembrana, selain sudah adanya sarana Wisata Religi berupa pembangunan infrastruktur Manasik Haji yang pertama di pulau Bali.
Dalam kunjungan Founder dan Presiden IOI (Intsitut Otomotif Indonesia) di Masjid Pantai Bali yang berlokasi di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, I Made Dana Tangkas didampingi oleh Arief Darmawan, tokoh pemuda Cupel, serta Amir, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang juga founder CUPel Coffee, sebuah kafe unggulan yang dikelola oleh anak-anak muda Jembrana.
Kehadiran para tokoh pemuda dan pelaku pariwisata ini menegaskan semangat kolaborasi lintas generasi dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan itu, Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT. TMMIN) yang berlangsung hangat dan konstruktif, dibahas secara tentang urgensi pembangunan pelabuhan atau Dermaga Masjid Pantai Bali yang diproyeksikan sebagai pelabuhan pendukung (supporting port) bagi Pelabuhan Internasional Pengambengan.
Secara strategis, pelabuhan ini diharapkan mampu menopang aktivitas logistik, perikanan, pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kalau bisa nanti kita bangun di sini pelabuhan atau dermaga untuk pelelangan dan pengolahan ikan, dan juga kawasan industri perikanan laut, serta sebagai pelabuhan boat/yacht dan kapal pesiar kecil untuk pariwisata di Jembrana Bali, atau bahkan bisa untuk memutari Pulau Bali,” ujar tokoh asal Bali tersebut.
Sebagai pelabuhan pendukung, Pelabuhan Masjid Pantai Bali dirancang untuk melayani fungsi-fungsi strategis seperti sandar kapal nelayan dan kapal pendukung, distribusi hasil perikanan, pengembangan kawasan industri perikanan, serta pariwisata bahari dan religi.
Skema ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran Pelabuhan Internasional Pengambengan, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Bali Barat.
Dalam konteks kerja sama internasional, model pengembangan ini dinilai memiliki daya tarik kuat bagi investor Timur Tengah karena mengedepankan prinsip keberlanjutan, kemaslahatan sosial, dan integrasi ekonomi umat, termasuk peluang investasi berbasis syariah, wakaf produktif, dan kemitraan sosial-bisnis.
Dalam interaksi terpisah, Firmansyah Dimmy menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengusaha asal Bali tersebut atas minatnya untuk berinvestasi di Jembrana dan akan ditindaklanjuti ke Pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai pemangku kepentingan.
Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi pintu masuk bagi investasi yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat lokal, nelayan, UMKM, dan generasi muda.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi Penthahelix antara Masjid Pantai Bali, komunitas pariwisata, pemerintah daerah, media serta investor nasional dan internasional, guna mewujudkan sistem kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan Pelabuhan Masjid Pantai Bali sebagai penyangga strategis Pelabuhan Internasional Pengambengan dan sekaligus motor penggerak ekonomi Jembrana. (***)
Kontributor: Firmansyah Dimmy


Komentar