
RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan UI Publishing, menggelar acara Diskusi Buku berjudul “Adhy Karyono: Lembah Manah Menjaga Amanah”.
Diskusi berlangsung di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia secara hibrida, daring via zoom dan luring di Auditorium Gedung IV FIB UI, Depok, Senin, (24/11/2025), pukul 14.00–16.00 WIB.
Buku ini merupakan sebuah karya yang merekam perjalanan kepemimpinan Adhy Karyono, A.K.S., M.A.P., pada saat menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur Jawa Timur periode 16 Februari 2024–20 Februari 2025. Saat ini ini Adhy Karyono adalah Sekda Pemprov Jatim.
Acara dihadiri oleh para editor buku, tim penulis, dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari Pemprov Jatim.
Manajer Pendidikan, yang sedang menjadi Plh (Pelaksana Harian) Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UI, Rouli Esther, Ph.D dalam sambutannya, menyoroti keunikan buku yang menampilkan pendekatan baru dalam literatur birokrasi.
Selanjutnya Adhy Karyono, A.K.S., M.A.P., yang juga merupakan kandidat doktor di jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP UI, menyampaikan keynote speech secara daring.
Adhy Karyono mengapresiasi diskusi buku yang dilakukan dalam ruang akademis di FIB UI. Menurut Adhy, buku ini merupakan upayanya menghadirkan dokumentasi kepemimpinan yang lebih reflektif dan komunikatif.
Baca juga: Depok Gandeng OJK dan BEI Sosialisasi Literasi Finansial
“Biasanya suatu laporan kinerja di dunia birokrasi hanya menjadi konsumsi kalangan internal. Dengan menuliskannya secara naratif, ini menjadi caranya mengajak kalangan umum membacanya," jelasnya.
Sesi diskusi buku dipandu oleh moderator, Dr. Ade Solihat, Dosen FIB UI. Adapun narasumber, adalah dua editor buku: Dwi Sulistyoati, S.Kom., M.MT, Editor, yang juga merupakan Ketua Tim Penyiapan Materi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Pemprov Jatim dan Budiana Indrastuti, S.S., M.A, Kepala UKK UI Publishing
Keduanya memaparkan proses penyuntingan, tantangan menjaga etika birokrasi, serta strategi meramu peristiwa faktual menjadi alur cerita yang runtut dan menarik.
Para editor juga menjelaskan bagaimana dilema etis dan spiritualitas kepemimpinan menjadi elemen penting dalam buku ini.
Diskusi termasuk pembahasan mengenai:
(1) Tantangan menulis cerita berbasis fakta.
(2) Penentuan batas informasi sensitif pemerintahan.
(3) Penguatan pesan utama tentang amanah dan integritas.
(4) Upaya menjaga keseimbangan antara deskripsi, refleksi, dan humanisasi pemimpin.
Baca juga: Penyaluran Bantuan Korban Erupsi Semeru di Lumajang
Menurut Budiana, “sebuah storytelling merupakan bacaan yang perlu menghadirikan seluruh pancaindera dalam membacanya.”
“Buku ini dituturkan melalui narator orang ketiga, membuat sosok Adhy Karyono hadir sebagai tokoh yang diceritakan, bukan sebagai pencerita. Pendekatan ini memberikan ruang objektivitas sekaligus kedekatan emosional sehingga pembaca dapat merasakan perjalanan seorang pemimpin dari sudut pandang yang lebih manusiawi,” papar edotor buku, Dwi Sulistyoati.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana peserta—baik dari kalangan akademisi maupun tamu dari Pemprov Jatim—memberikan pertanyaan terkait substansi buku, konteks birokrasi, serta implikasi kepemimpinan publik.
Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti pentingnya dokumentasi pengalaman kepemimpinan sebagai bahan pembelajaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan generasi muda.
Acara bedah buku ditutup pukul 16.00 WIB. Melalui kegiatan ini, FIB UI kembali menegaskan perannya sebagai ruang dialog ilmiah yang menghubungkan akademisi, praktisi pemerintahan, dan masyarakat untuk bersama-sama merefleksikan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, serta amanah dalam tata kelola publik. (***)

