RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Tim Werdha Berkarya Sejahtera (Werkatra) yang beranggotakan lima orang mahasiswa melaksanakan program pengabdian lansia sejahtera.
Dengan menggabungkan aspek budaya dan psikologi, Tim Werkatra mengusung tema acara yang berjudul Penerapan Terapi Seni Batik Tulis dan Psikologi Lansia dalam Upaya Mempertahankan Kesejahteraan Lansia di Panti Werdha Muslim Rumah Oma.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Panti Werdha Muslim Rumah Oma yang diresmikan pada 17 September 2023 oleh walikota Depok, Mohammad Idris.
Panti Werdha Muslim Rumah Oma berlokasi di Jalan Kampung Sawah No.001, Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.
Terdapat lima rangkaian acara yang akan dilakukan dalam beberapa hari. Kegiatan pertama, yakni pada 28 Juli 2025 diawali dengan pengenalan program dan workshop.
Pada acara tersebut, Tim Werkatra memberikan sosialisasi terkait cara membatik tie dye kepada para pengurus terlebih dahulu. Kemudian, sesi kedua dilanjutkan dengan membatik bersama para lansia.
Baca juga: Yayasan Muslim Sinar Mas Land Gelar Berantas Buta Al-Quran di Kabupaten Bogor
“Membatik bersama Oma Opa ini jujur jadi pengalaman yang ga pernah aku sangka bakal aku lakuin. Seru? Ya sudah pasti! Ga perlu dipertanyakan lagi. Sempat rada kesulitan pas ngarahin Oma opa nya untuk sesuai sama pola yang sudah ditentukan, tapi endingnya tetap bagus dan cantik. Kain batiknya memang sedikit berantakan, tapi cerita dari proses membatiknya sangat menyenangkan,” jelas Hana, salah satu volunteer yang mengikuti kegiatan membatik di hari pertama.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan pada 4 dan 8 Agustus 2025. Para lansia bersama Tim Werkatra kembali melakukan kegiatan membatik bersama. Selama kegiatan membatik, terdapat pula sesi terapi tangan yang bertujuan untuk relaksasi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para lansia menjadi lebih rileks dan dapat mengurangi stres.
“Inget banget nenek di rumah dulu suka pake bola terapi gitu dan cukup berefek baik. Harapannya bisa mendukung psikologis juga karena ditemukan kalo hal tersebut dipengaruhi salah satunya oleh kesehatan fisik, seperti motorik dan sensorik. Jadi, tangan sehat, hati juga sehat,” tutur Salisa Amazia, mahasiswa psikologi yang berperan sebagai ketua Tim Werkatra.
Selain itu, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi refleksi melalui bercerita. Para lansia dapat bercerita dengan memberikan kesan dan pesan selama membatik bersama panitia, pengurus panti, dan volunteer.
“Senang sekali membatik, ada kegiatan oma opanya jadi gak stres. Bahagia sekali,” ucap oma Sri yang mengikuti rangkaian kegiatan membatik bersama Tim Werkatra.
Berikutnya, setelah seluruh kegiatan membatik bersama selesai, hasil membatik para lansia kemudian dikreasikan menjadi kipas tangan. Selain itu, diadakan pula pelatihan akses digital untuk UMKM kepada pengurus panti pada 8 Agustus 2025.
Baca juga: Beragam Inovasi Terdepan Dipamerkan SERES di Ajang Auto Guangzhou
Para pengurus panti atau caregiver diberikan sosialisasi terkait marketplace dan akses digital untuk memasarkan produk hasil karya para lansia. Hal ini bertujuan agar hasil karya dari para lansia dapat dikenal oleh masyarakat.
Selain itu, terdapat pameran hasil karya para lansia pada 19 Agustus 2025. Program BANGGA (Bangun Kebersamaan, Apresiasi, dan Hargai) menjadi puncak kegiatan membatik di panti.
Melalui pameran hasil karya, para lansia mendapat kesempatan untuk menampilkan batik buatan mereka sebagai bentuk penghargaan atas proses yang telah dilaksanakan.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang apresiasi, tetapi juga sarana menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka masih mampu berkarya.
Dengan melihat karya yang dipamerkan dan diapresiasi oleh pengurus panti, lansia dapat merasakan kebanggaan dan makna baru terhadap kemampuan diri di usia lanjut.
Terakhir, sebagai kegiatan penutup pada 6 September 2025, terdapat penyuluhan penerapan psikologi lansia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si., Psikolog.
Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Prof. Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si., Psikolog, peran pengasuh sangatlah penting bagi lansia dengan memberikan dukungan sosial dan emosional. Salah satunya adalah mendorong berbagai aktifitas, baik itu aktivitas seni, olahraga, dan spiritual yang dapat menunjang kesehatan mental fisik.
Di samping itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menarik bagi para lansia, panitia, pengurus mitra, dan volunteer.
Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lansia, tetapi juga para pengurus yang mengikuti kegiatan sosialisasi pemasaran produk melalui platform online. Hal tersebut merupakan salah satu upaya agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat. (***)
Penulis: Hilya Kamila Izzatunnisa

