
RUZKA-REPUBLIKA NETWORK – Dalam upaya mengukuhkan sebagai sekolah pusat keunggulan, SMKN 15 Garut, Jawa Barat (Jabar) terus berupaya menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
Pada Jum,at (14/11/2025) sekolah beralamat di Jalan Raya Miramareu, Kampung Jatisari RT. 01 RW. 07, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut itu melakukan kerja sama dengan PT Berkah Alam.
Jalinan kerja sama ditandai pertemuan, dilakukan di Aula SMKN 15 Garut dengan perusahaan terkemuka bergerak di bidang produksi obat tradisional itu dalam hal pendampingan kurikulum dan konsep pembelajaran mendalam.
Pertemuan dihadiri para guru, staf dan perwakilan siswa itu menghadirkan pembicara utama dari PT Berkah Alam, yakni Apt. Aji Najimudin, M.Farm.
Baca juga: Perkuat Iman dan Wawasan Kebangsaan, Satbinmas Polres Garut Rutin Gelar Pengajian Bulanan
Pada kesempatan itu ia menekankan pentingnya peran SMKN 15 Garut dalam menjamin ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan memahami kekayaan alam Indonesia.
“Indonesia adalah gudang bahan baku obat tradisional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan siswa SMKN 15 Garut nantinya tidak hanya sekadar lulus, tetapi menjadi generasi ahli yang mampu mengolah kekayaan alam,” harapnya.
Melimpahnya kekayaan alam Indonesia, bebernya, sebagai bahan baku utama dapat diolah menjadi produk Fitofarmaka berstandar tinggi dan pembelajaran mendalam adalah kuncinya, agar lulusan siap kerja sejak hari pertama.
Ketua pelaksana kegiatan, Apt. Dini Mustikasari, S.Si., mengungkapkan, kemitraan dilakukan sekolahnya mencakup komitmen PT Berkah Alam untuk menampung lulusan terbaik SMKN 15 Garut.
“Semoga nantinya lulusan SMKN 15 Garut dapat menjadi bagian dari PT Berkah Alam sebagai ahli bidang pengolahan sumber daya alam Indonesia, khususnya di Garut Selatan yang melimpah ruah,” harapnya.
Baca juga: Urban Farming di Kelurahan Mekarsari, Sedekah Mijel dan Ciptakan Perbaikan Gizi Balita
Rencana Tindak Lanjut
Dari teori menuju dunia kerja ini, papar Kepala SMKN 15 Garut, Rahayu, M.Pd. menjadi momentum penting dalam upaya penyelarasan kurikulum kompetensi keahlian SMKN 15 Garut agar sesuai dengan standar industri farmasi herbal.
Fokus utama kemitraan, lanjutnya, adalah penerapan skema Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Scheme), bertujuan menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga kompeten dalam praktik produksi obat tradisional modern.
“Beberapa agenda tindak lanjut yang disepakati dalam forum diskusi ini meliputi Pendampingan Kurikulum. Dalam hal ini PT Berkah Alam akan menugaskan tim ahli untuk meninjau dan merevisi modul ajar,” ungkapnya.
Selanjutnya, terang Rahayu, Guru-guru SMKN 15 Garut akan mengikuti program magang intensif di fasilitas produksi PT Berkah Alam. Praktisi dari PT Berkah Alam akan rutin mengajar (teaching factory) dan menguji kompetensi siswa di sekolah.
Baca juga: Ratusan Buruh Geruduk Pemkab Majalengka, Desak UMK 2026 Naik Jadi Rp 3,4 Juta
“Tentunya dalam program kemitraan ini, PT Berkah Alam akan berpartisipasi dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) siswa sebagai penguji eksternal,” jelas Rahayu, M.Pd.
Lebih lanjut ia berharap, kemitraan ini dapat menjadi model link and match ideal, membuktikan bahwa Obat Tradisional Indonesia memiliki masa depan cerah, didukung oleh sumber daya manusia unggul dari SMKN 15 Garut.
Mencetak Lulusan ‘Cageur’
Kepala SMKN 15 Garut, Rahayu, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan optimisme tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menekankan kemitraan ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan yang kuat jasmani dan rohani (cageur).
Baca juga: BPS: Harga Emas Berkilau, Oktober 2025, Inflasi Depok Sentuh 0,47 Persen
“Kami melihat kerja sama dengan PT Berkah Alam ini sebagai jawaban atas tantangan industri. Ini bukan hanya soal menyerap tenaga kerja, tapi soal link and match yang sesungguhnya,” ujar Rahayu yang baru menjabat dua pekan di SMKN 15 Garut ini.
SMKN 15 Garut, ungkap Rahayu bertekad menciptakan lulusan yang kompeten dan mandiri. Pendampingan dari PT Berkah Alam, diyakini sosok fasilitator program guru penggerak itu akan semakin mendorong tumbuhkembangnya SDM unggul di sekolah yang dipimpinnya. (***)
Jurnalis: Ridwan

