Nasional
Beranda » Berita » Kasus Bupati Pati, Pembelajaran Berharga Bagi Pemimpin Indonesia

Kasus Bupati Pati, Pembelajaran Berharga Bagi Pemimpin Indonesia

Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 13 Agustus 2025. (Foto: Antara/Aji Styawan)
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 13 Agustus 2025. (Foto: Antara/Aji Styawan)

RUZKA–REPUBLIKA ONLINE – Kasus Bupati Pati, Sudewo, yang dipermalukan rakyatnya menjadi pembelajaran berharga bagi semua pemimpin di tanah air. Hal ini jadi sorotan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga di Jakarta, Kamis (14/08/2025) pagi.

Menurutnya, pemimpin yang semena-mena dan one man show akan dilawan oleh rakyatnya. Rakyat akan menolaknya dengan berbagai cara, mulai yang sopan hingga yang paling barbar.

"Hal itu terjadi karena pemimpin yang otoriter tidak sesuai dengan sistem keterbukaan (demokrasi). Pemimpin seperti ini hanya cocok di negara dengan sistem tertutup (otoriter)," tandas Jamil kepada RUZKA INDONESIA.

Jamil menambahkan, pemimpin yang otoriter di era keterbukaan dengan sendirinya akan ditolak. Pemimpin tipe ini akan diturunkan secara paksa oleh rakyatnya. "Kasus di Pati setidaknya menguatkan hal itu," imbuhnya.

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini menekankan bahwa pemimpin di Indonesia harus menggunakan tipe kepemimpinanan yang sesuai dengan sistem politik terbuka (demokrasi). Sistem ini dengan sendirinya menginginkan tipe kepemimpinan yang demokratis.

Polsek Kodungora Polres Garut Lakukan Cek TKP Korban Tertemper Kereta Api Mutiara Selatan

"Pendekatan top down yang digunakan Bupati Pati harus ditanggalkan. Sebab, pendekatan seperti ini hanya cocok di negara yang menganut sistem tertutup (otoriter)," paparnya.

Pemimpin di Indonesia sudah seharusnya menggunakan pendekatan bottom up dan horisontal. Sebab, pendekatan ini yang cocok diterapkan di negara demokrasi, sebagaimana dianut Indonesia.

"Jadi, pemimpin di Indonesia haruslah menyesuaikan diri dengan sistem politik yang demokratis. Bila tidak, sang pemimpin akan mengalami seperti Bupati Pati Sudewo," tandasnya.

Seperti diketahui, Rabu (13/08/2025), Bupati Pati Sudewo telah menyampaikan pernyataan resmimya mengundurkan diri sebagai bupati seperti dibacakan salah satu warga. Dalam pernyataan tersebut, Sudewo menyatakan bahwa terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2025, dirinya telah nengundurkan diri dari jabatan Bupati Pati karena telah gagal menjadi pemimpin yang berpihak kepada masyarakat. (***)

Board of Peace: Cara Amerika Menghabisi Palestina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

06

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom