Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Workshop Disabilitas, Jepang dan Singapura Jadi Contoh Fasilitas Publik Inklusif

Workshop Disabilitas, Jepang dan Singapura Jadi Contoh Fasilitas Publik Inklusif

Peserta berfisik normal menjajal penggunaan kursi roda manual pada workshop TransNusa peduli disabilitas yang dibimbing arsitek penyandang disabilitas berkursi roda Christie Damayanti (berdiri berbusana hijau pupus) di Perkantoran Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Kamisย (10/4/2025). Sumber:
Peserta berfisik normal menjajal penggunaan kursi roda manual pada workshop TransNusa peduli disabilitas yang dibimbing arsitek penyandang disabilitas berkursi roda Christie Damayanti (berdiri berbusana hijau pupus) di Perkantoran Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Kamis (10/4/2025). Sumber:

RUZKA REPUBLIKA NETWORK – ARSITEK penyandang disabilitas pengguna kursi roda Christie Damayanti menyebut bahwa Indonesia bisa meniru Jepang dan Singapura.

"Jepang, khususnya, memberi perhatian khusus kepada penyandang disabilitas," kata Christie Damayanti saat berbicara pada workshop berjudul "TransNusa Ramah Disabilitas" di Perkantoran Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta (T3 Bandara Soetta), Cengkareng, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Christie Damayanti, blogger laman Kompasiana.com memberi contoh bahwa di tempat umum semisal stasiun kereta api di Jepang, tersedia travelator kecil di tangga berundak.

Travelator ini dibuat khusus untuk penyandang disabilitas naik dan turun, berpindah lantai.

Masih di Jepang, fasilitas untuk penyandang disabilitas yang ada di mana-mana adalah ramp atau pegangan dari besi.

Menyatukan Komunitas “Superbike” Asia-Pasifik Lewat Castrol Superbike Fest APAC 2026 Mei Tahun Ini

Ramp biasanya memudahkan penyandang disabilitas berpegangan.

Di negara itu, ada juga penanda kuning (guiding block) di lantai yang terpasang dengan baik bagi orang buta.

"Di Terminal Bus Shinjuku Jepang ada juga penanda bagi penyandang disabilitas yang berwarna mencolok dan terlihat," tutur arsitek di balik megahnya Central Park di Jakarta Barat.

Untuk membangun fasilitas ramah difabel, imbuh Christie Damayanti, selanjutnya, para pemangku kepentingan, wajib mencermati empat hal.

Keempatnya adalah keselamatan, kenyamanan, kesederhanaan, dan kegunaan.

Sekjen PBB Guterres Tegas Tolak Langkah Israel yang Gagalkan Solusi Dua Negara

"Pedoman-pedoman ini penting untuk membangun fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di gedung maupun di jalan misalnya trotoar," pungkas Christie Damayanti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom