Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Google Lagi Ngaco, Tak Cuma ke Dollar AS, Konversi Rupiah ke Euro Juga Rp 8.000, Ini Kata BI

Google Lagi Ngaco, Tak Cuma ke Dollar AS, Konversi Rupiah ke Euro Juga Rp 8.000, Ini Kata BI

Gambar tampilan Google Finance nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Gambar tampilan Google Finance nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Diduga Google error alias ngaco saat menampilkan nilai tukar Rupiah ke mata uang Eropa, Euro, berada di level Rp 8.348,50, pada Sabtu (01/02/2025)

Berdasarkan pantauan nilai tukar Rupiah terhadap Euro di layanan Google Finance terpantau menguat hingga 50 persen. Penurunan tersebut membuat Rupiah berada di level Rp 8.348,50.

Hal serupa juga terjadi dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) di Google Finance. Berdasarkan pantauan, nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dollar AS ke angka Rp 8.170,65.

Namun apa yang tertera di Google Finance tidak sama dan jauh sekali angkanya dengan layanan finansial seperti BCA, nilai tukar Rupiah berada di angka Rp 16.889 terhadap Euro dan nilai tukar Rupiah berada di angka Rp 16.295 terhadap Dollar AS.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Google terkait tampilan Google Finance yang menunjukkan nilai tukar Rupiah menguat terhadap Euro dan Dollar AS tersebut.

Penambahan 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Imlek dan Ramadan

Bank Indonesia (BI) buka suara ihwal Google Finance menampilkan level nilai tukar mata uang Euro dan Dollar AS terhadap Rupiah berada di level Rp 8.100-an.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa data yang ditampilkan Google bukan data sebenarnya.

"Level nilai tukar USD/IDR Rp 8.100an sebagaimana yang ada di google bukan merupakan level yang seharusnya," kata Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (01/02/2025).

Ia mengungkapkan bahwa data BI mencatat kurs Rp 16.312 per Dolar AS pada 31 Januari 2025.

"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi yang diperlukan," ungkap Ramdan. (***)

Strategi Pertamina Dukung Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom