Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป Mahasiswa KKN IPB, KTD Dorong Percepatan Atasi Stunting

Mahasiswa KKN IPB, KTD Dorong Percepatan Atasi Stunting

Mahasiswa IKN IPB di Kelurahan Babulak, Kota Bogor. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Mahasiswa IKN IPB di Kelurahan Babulak, Kota Bogor. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan program Dapur Sehat Anti Stunting (DASHAT).

Adapun program DASHAT bekerjasama dengan Kelompok Tani Desa (KTD) Berbudi dan PPK Bubulak, Kota Bogor.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara mahasiswa dengan masyarakat yang diwakilkan oleh KTD Berbudi dan PKK Bubulak untuk menurunkan angka stunting di Kota Bogor.

"Penurunan stunting melalui edukasi gizi serta pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal," kata Ketua Koordinator Desa KKN-T IPB Reinard R Mawardi dalam keterangan yang diterima, Senin (13/01/2025).

Kegiatan tersebut dimulai dengan mengedukasi peserta berupa penyuluhan gizi dan pola asuh. Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi khususnya melalui konsumsi edamame, terutama bagi ibu hamil dan balita sebagai langkah utama pencegahan stunting.

Presiden Prabowo Subianto Targetkan UI Tembus 100 Dunia, Menkeu Siap Tambahan Dana Rp100 Miliar

"Berbagi makanan bergizi seperti olahan edamame, susu murni, dan makanan kaya protein lainnya yang didistribusikan kepada ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak stunting menjadi sesi akhir kegiatan antara mahasiswa dengan KTD Berbudi yang dilakukan di Pendopo KTD Berbudi Kelurahan Bubulak, Bogor," jelas Reindard.

Program ini berfokus pada pemanfaatan edamame, yang kaya akan protein, serat, dan vitamin, sebagai solusi pangan bergizi tinggi untuk mencegah stunting.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mengintegrasikan pendekatan Pangan Pekarangan Lestari (P2L), di mana masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam edamame dan tanaman bergizi lainnya.

"Kami juga ingin memberikan solusi yang tidak hanya memperbaiki gizi tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri dalam menyediakan bahan pangan sehat," terang Reindard.

Lurah Bubulak, Kota Bogor, Yatman Gunawan menjelaskan tren positif dimana telah terjadi penurunan angka stunting di Kelurahan Bubulak dari 55 menjadi 38 adalah bukti bahwa intervensi berbasis masyarakat dapat memberikan dampak nyata.

Dosen KPI Unisba Ajarkan Remaja Desa Wisata Lebak Muncang ‘Jinakkan’ Gadget Lewat Adab Islam

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, KTD Berbudi, dan masyarakat menunjukkan bahwa perubahan positif dapat dicapai dengan kerja sama yang baik.

"Bukti nyata yaitu tren penurunan angka stunting yang signifikan dalam beberapa tahun di wilayah kerja kami sebelumnya 55 kasus, kini berhasil turun menjadi 38 kasus," tuturnya.

Salah satu momen menarik adalah panen edamame langsung di kebun KTD Berbudi, di mana peserta diajak untuk terlibat langsung dan belajar tentang proses budidaya tanaman ini.

Program DASHAT dengan pendekatan berbasis edamame serta P2L ini diharapkan dapat terus diperluas, tidak hanya untuk mengurangi angka stunting tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (***)

Padukan Tradisi dan Standar Global, Vokasi UI Hadirkan Pendidikan Terapi Okupasi Terintegrasi WFOT dengan Filosofi Batik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom