Nasional
Beranda » Berita » 14 Anggota DPRD Majalengka Walkout, Rapat Paripurna Dana Cadangan Tetap Jalan

14 Anggota DPRD Majalengka Walkout, Rapat Paripurna Dana Cadangan Tetap Jalan

Ketua DPRD Majalengka , Didi Riyadi jelaskan sikap walkout 14 anggota fraksi dalam rapat paripurna di depan awak media. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 16 Desember 2025, tidak hanya menjadi forum pengesahan sejumlah rancangan peraturan daerah, tetapi juga memperlihatkan tarik-menarik sikap politik terkait kehati-hatian pengelolaan anggaran publik.

Sebanyak 14 anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan memilih meninggalkan ruang sidang saat pembahasan penetapan dana cadangan berlanjut.

Aksi walkout tersebut terjadi setelah permintaan Fraksi PDI Perjuangan agar rapat paripurna diskors sementara tidak memperoleh persetujuan dari fraksi-fraksi lain.

Ketua DPRD Majalengka Didi Riyadi mengatakan, keputusan walkout merupakan konsekuensi dari perbedaan pandangan yang tak menemukan titik temu di forum paripurna.

“Fraksi PDI Perjuangan meminta jeda rapat untuk pendalaman materi, tetapi tidak disepakati. Atas dasar itu, fraksi tersebut memilih tidak melanjutkan keikutsertaan dalam penetapan dana cadangan,” kata Didi usai rapat.

Kemendagri Pertanyakan Dukungan Anggaran Kepala Daerah Terkait Kegiatan PWI, Wartawan Depok: Senyumin Aja

Meski diwarnai walkout, rapat paripurna tetap dilanjutkan dan akhirnya mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah. Ketiganya mencakup perubahan badan hukum Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Majalengka menjadi perseroan daerah, pencabutan Peraturan Daerah tentang dana cadangan investasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), serta penetapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka.

Berbeda dengan dua raperda lainnya, persoalan dana cadangan menjadi titik krusial. Fraksi PDI Perjuangan menilai eksekutif belum menyampaikan penjelasan memadai mengenai arah pemanfaatan dana cadangan sebesar Rp173,4 miliar. Dana tersebut dinilai belum disertai peta jalan penggunaan yang terukur serta mekanisme pengawasan yang jelas.

Kritik serupa sebelumnya telah disampaikan dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) 2 Dana Cadangan Investasi. Sekretaris Pansus, Agus Subagdja, menegaskan bahwa pembahasan anggaran bernilai besar tidak semestinya dikejar dalam kerangka formalitas pengesahan semata.

“Dana publik harus disertai kejelasan tujuan, tahapan, dan risiko. Jika tidak, DPRD justru berpotensi mengabaikan fungsi pengawasannya,” ujar Agus.

Ia menambahkan, fraksinya mendorong agar pembahasan dana cadangan dikembalikan ke forum teknis antara organisasi perangkat daerah dan Pansus, guna memastikan setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Pemkab Bogor Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Gelar Jumling

Di sisi lain, Wakil Ketua I DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana yang memimpin rapat menilai agenda paripurna tersebut merupakan bagian dari kewajiban konstitusional DPRD dalam menyelesaikan rangkaian legislasi daerah akhir tahun anggaran.

“Paripurna ini bagian dari tahapan yang harus dituntaskan, termasuk persetujuan perubahan badan hukum BPR Majalengka, pencabutan perda dana cadangan investasi, serta penetapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka,” kata Asep.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena M Ramdhan. Perbedaan sikap yang muncul dalam forum tersebut menunjukkan dinamika politik lokal dalam menyeimbangkan percepatan kebijakan dengan prinsip kehati-hatian pengelolaan anggaran daerah.

Jurnalis: Eko Widiantoro

Terminal Cipaku Mangkrak, Ketua Komisi III DPRD Majalengka Nilai Proyek Infrastruktur Salah Arah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom